16 Tahun Farmasi UMI : Perangi Obat Ilegal!

 

Menyikapi maraknya pemberitaan di media mengenai penyalahgunaan obat, terutama PCC sedikit banyak telah menyinggung peran Apoteker di Indonesia. Fakultas Farmasi UMI sebagai Institusi Pendidikan yang berperan dalam mencetak Apoteker berkualitas dan bertanggung jawab merasa perlu untuk ikut terlibat secara proaktif dalam hal ini.

Beberapa pemberitaan yang simpang siur mengenai PCC perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Obat PCC (merek) sebenarnya mengandung 3 macam zat aktif yaitu Parasetamol, Caffein (Kafein), dan Carisoprodol. Parasetamol dan Kafein biasanya terkandung di dalam obat-obat untuk pereda nyeri dan relatif aman sehingga dapat dijual bebas. Sedangkan untuk Carisoprodol, zat inilah yang paling banyak disalahgunakan. Awalnya Carisoprodol digunakan untuk nyeri otot yang hebat karena efeknya yang dapat melemaskan otot. Tetapi karena efeknya yang sangat berbahaya, sehingga pada tahun 2013 BPOM menarik semua obat yang mengandung Carisoprodol serta mencabut izin edar dari obat-obat tersebut. Carisoprodol bekerja langsung ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) sehingga efek samping yang ditimbulkan sangat berbahaya. Lemas, kejang, halusinasi, ketergantungan hingga kematian menjadi hal yang harus diwaspadai pada penggunaan obat ini.

 

Selain Carisoprodol, masih banyak obat lain yang digunakan untuk membodohi beberapa lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Fakultas Farmasi UMI dalam rangka menyambut Hari Apoteker Sedunia setiap tanggal 25 September, Fakultas Farmasi telah melakukan kegiatan Promosi Kesehatan ke masyarakat yang ada di Puskesmas-Puskesmas di Kota Makassar.  Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Angkatan ke-3. Dengan kegiatan ini, mahasiswa menjadi lebih semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan serta informasi yang tepat ke Pasien agar tidak terjadi lagi penyalahgunaan obat. Kegiatan ini juga mendapat reaksi positif dari masyarakat yang ditunjukkan dengan antusiasme tinggi selama kegiatan promosi berlangsung.

“Apoteker terus berpraktik secara bertanggung jawab agar masyarakat mendapatkan informasi obat yang tepat dan dapat meningkatkan kualitas pengobatan”, harap Rachmat Kosman, M.Kes., Apt, Dekan Fakultas Farmasi UMI. “Selain itu, Fakultas Farmasi UMI di usia yang 16 tahun pada tanggal 26 September 2017 ini, juga diharapkan bisa menjadi sumber informasi obat bagi masyarakat khususnya di Kota Makassar”, tutupnya.

Baca juga di Rakyatku.com : Farmasi UMI Nyatakan Perang Terhadap Obat Ilegal

You might also like

Mahasiswa Farmasi UMI Masuk Pesantren

Mahasiswa Farmasi UMI angkatan 2015 diberangkatkan menuju Pesantren Darul Mukhlisin Padang Lampe, Kec. Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Senin (26/9/2016). Pemberangkatan ini dalam rangka mengikuti kegiatan rutinitas mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang

Pelantikan Ketua dan Sekertaris Profesi Apoteker

AHari ini tanggal 29 Juli 2016 menjadi momentum awal berdirinya Program Study Profesi Apoteker dengan dilantiknya Ketua Program Study  Profesi Apoteker Muzakkir Baits, M.Si, Apoteker dan Sekertaris A.Muflihunna, M.Si, Apt. 

Ujian Pre-Komprehensif Mahasiswa Apoteker UMI

Tidak terasa, mahasiswa Angkatan I Program Studi Profesi Apoteker telah memasuki masa-masa ujian akhir. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Ujian Pre-Komprehensif selama 2 hari pada Selasa-Rabu (18-19/07/2017). Ujian Pre-Komprehensif ini

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply