Mahasiswa Farmasi UMI Makassar Dalami Obat Anti Infeksi

Kampus-UMI-di-Jl-Urip-Sumiharjo-MakassarLabolatorium Mikrobiologi Farmasi Universitas Muslim Indonesia mengadakan kuliah tamu bertajuk “Obat Anti Infeksi dari Tinjauan Farmakogenomik dan Farmakokinetik”, Minggu (20/10/2013) di Auditorium Al Jibra UMI.

Kuliah umum tersebut menghadirkan dua pemateri yakni Dekan Fakultas Farmasi Unhas, Prof Dr Elly Wahyudin, DEA, Apt dengan materi Farmakokenetik Obat Anti Infeksi dan Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof Dr dr Irawan Yusuf, Phd yang membawakan materi Application Of Pharmacogenomic to Clinic.

“Untuk menentukan dosis obat kita tidak hanya memperhatikan parameter farmakokenetia, tapi untuk antibiotik juga harus memperhatikan farmokodinamik untuk memperhitungkan ratio,”ujar Prof Elly dalam materinya.

Farmakokinetik meninjau berkaitan dengan cara kerja obat yakni bagaimana obat tersebut dengan konsentrasi berapa bisa mencapai efek maksimalnya. Serta dengan konsentrasi berapa bisa memberikan efek toksin (sifat racun).

Sementara, Prof Irawan dalam materinya mengatakan respon seseorang terhadap obat bisa bervariasi karena adanya pengaruh perbedaan genetik. Untuk itu, di masa depan di mana eranya adalah individualisasi terapi, pemberian obat harus disesuaikan dengan keadaan pasien, termasuk pola genetiknya.

“Mengapa penting untuk dilaksanakannya metode pengobatan individuall atau farmakogenomik karena setiap etnic berbeda dalam merespon obat dan ini penting terlebih di Indonesia memiliki lebih dari 350 etnis yang berbeda-berda. Di samping itu, kebanyak obat diproduksi dan diuji coba di Amerika dan Eropa dan kemungkinan tidak faktor genetiknya tidak cocokl di semua negara,”jelasnya.

Kepala Labolatorium Mikrobiologi Farmasi UMI, Rusli, SSi, MSi, Apt mengatakan kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad satu dekade Labolatorium Mikrobiologi Farmasi UMI yang puncaknya akan dilaksanakan pada 24 April 2014 mendatang.

“Di labotorium mikrobiologi berbagai aktivitas penelitian dan praktikum dilakukan mahasiswa maupun dosen berkaitan dengan mikroorganisme atau dikenal dengan kuman, bakteri, virus dan jamur. Kami juga melakukan penemuan antiobiotik,”jelasnya.

Di samping itu, labolatorium mikrobiologi Farmasi UMI juga melakukan kualiti kontrol untuk produk farmasi berupa obat, makanan, kosmetik, serta obat tradisonal. Tak hanya itu, mahasiswa farmasi UMI juga memproduksi produk fermentasi seperti nata dari buah-buahan seperti semangka, pepaya, dan limbah-limbah produk makanan seperti tempe dan tahu. (*)

You might also like

Penerimaan Mahasiswa Profesi Apoteker Angt. 2

Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Farmasi UMI yang telah menyelenggarakan proses perkuliahan sekitar 6 bulan (Angkatan 1). Sistem perkuliahan yang digunakan adalah PBL (Problem Base Learning) karena metode tersebut lebih

Praktikum Farmasi Klinik Apoteker UMI

Sebelum menutup perkuliahan Blok V Pengobatan Rasional, Program Studi Profesi Apoteker menggelar praktikum, sebanyak 5 praktikum yang sesuai jumlah skenario proses pembelajaran. Diantara beberapa skenario tersebut, calon apoteker ini mempraktekkan

Mahasiswa Apoteker UMI Belajar Farmasi Industri dari Praktisi Kimia Farma

Seiring berjalannya perkuliahan mahasiswa profesi Apoteker Farmasi UMI, mahasiswa kembali disuguhkan materi kuliah tamu atau lebih sering disebut kuliah pakar dalam lingkup farmasi UMI. Kali ini sebagai pintu memasuki blok

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply